Lahan Pertanian di Cianjur Berkurang

Terus berkurangnya luas lahan pertanian akibat beralih fungsi menjadi lahan non pertanian, bisa menjadi ancaman yang serius bagi Kabupaten Cianjur sebagai salah satu daerah penghasil beras di Jawa Barat. Dan peralihan fungsi lahan pertanian yang paling sulit untuk dicegah, adalah perubahan yang dilakukan oleh pemilik lahan secara pribadi. Menurut data yang diperoleh “PR” dari Dinas Pertanian Kab. Cianjur, setiap tahunnya peralihan lahan pertanian di wilayah perkotaan mencapai angka dua sampai tiga persen. Sedangkan untuk daerah pedesaan hanya 0,8-1%. Dan perubahan fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi non pertanian yang paling cepat terjadi di kawasan puncak meliputi empat kecamatan yaitu Kecamatan Cugenang, Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi.

meskipun terjadi pengurangan lahan pertanian akibat adanya peralihan fungsi lahan, namun sampai saat ini pengurangan tersebut belum berpengaruh kepada tingkat produksi. Bahkan, sampai saat ini produksi beras di daerah Cianjur masih surplus jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat Cianjur. “Kita harus akui kalau saat ini lahan pertanian mengalami pengurangan luas akibat peralihan fungsi lahan, namun pengurangan yang terjadi belum berpengaruh banyak pada tingkat produksi. Saat ini tingkat produksi beras di Cianjur setiap tahunnya rata-rata 600 ribu ton. Jika mengikuti angka kebutuhan ideal masyarakat menurut perhitungan Bapenas yaitu 120 kg/kapita/tahun, maka tingkat produksi beras dibandingkan dengan jumlah penduduk Cianjur yang mencapai dua juta jiwa kondisinya masih surplus,”

 

“Seperti perubahan fungsi lahan pertanian teknis yang terjadi disepanjang jalan Cianjur-Sukabumi yaitu di daerah Warungkondang dan Gekbrong. Kita tidak bisa mengeluarkan larangan terhadap warga pemilih lahan pertanian yang mengubah lahan mereka menjadi pemukiman, toko, rumah makan, bengkel atau bangunan lainnya,” katanya. Selain menjaga tingkat produksi dengan melakukan intensifikasi pada sektor pertanian, menurut Wasidi pihaknya juga telah berupaya menyelamatkan produksi beras khas Cianjur yaitu beras Pandanwangi dari ancaman berkurangnya lahan pertanian. Upaya tersebut di antaranya dengan melakukan upaya sertifikasi terhadap Padi Pandanwangi sehingga tidak ada pihak lain yang bisa menggunakan nama Pandanwangi. Selain itu, pihaknya juga telah bekerja sama dengan pihak pengusaha dengan menetapkan daerah khusus bagi produksi padi Pandanwangi yaitu di daerah Warungkondang. “Kami telah menetapkan sebuah daerah sebagai daerah yang tetap memproduksi padi Pandanwangi dan daerah itu adalah daerah Warungkondang.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Posted in Uncategorized | 1 Comment